Tips Menuliskan Pengalaman

  • Whatsapp
tips menulis pengalaman

Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan. Menulis pada dasarnya mengungungkapkan suatu gagasan yang tersusun secara runtut dan logis. Bagaimana cara menuliskan sebuah pengalaman?

Coba pelajari langkah-langkah menulis pengalaman berikut ini:

  • Menentukan tema
  • Memilih judul yang menarik
  • Menyusun kerangka karangan
  • Mengembangkan kerangka karangan
  • Gunakan pilihan kata atau diksi dan ejaan yang tepat

Menentukan tema

Tema adalah kesatuan ide yang melatarbelakangi dan menjiwai karangan. Sumber tema yang akan ditulis dapat berupa:

  • Pengalaman
  • Penelitian atau pengamatan
  • Pendapat atau opini
  • Daya khayal atau imajinasi

Memilih judul yang menarik

Memilih judul yang menarik akan memudahkan dalam menulis pengalaman karena sudah ada rasa senang / menarik

Menyusun kerangka karangan.

Kerangka karangan merupakan suatu rancangan kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan.

Langkah-langkah menulis kerangka karangan adalah:

  • Disusun secara teratur, logis dan tertib sesuai dengan tema.
  • Disusun berdasarkan urutan waktu atau tempat.

Mengembangkan kerangka karangan

Sebuah karangan yang baik, terdapat hubungan paragraf-paragraf yang ada dalam karangan itu secara logis. Dalam pembuatan paragraf yang mempunyai hubungan yang logis antara satu dengan yang lainnya.

Adapun yang harus diperhatikan adalah:

  1. Pengembangan Paragraf

Dalam pengembangan paragraf gagasan utama paragraf itu atau paragraf sebelumnya harus jelas.

Pengembangan paragraf harus berkesinambungan antara paragraf satu dengan yang lainnya atau dikembangkan selaras dengan paragraf sebelumnya.

Pengembangan paragraf menurut isinya dapat dikembangkan dengan menggunakan pola.

  • Hubungan analogi (menarik kesimpulan yang telah ada)
  • Hubungan sebab akibat (tiga macam hubungan sebab akibat: hubungan sebab-akibat, hubungan akibat-sebab, dan hubungan akibat1-akibat2)
  • Induksi (dari peristiwa yang khusus menuju yang umum)
  • Deduksi (dari permasalahan yang umum ke yang khusus)
  1. Adanya keterkaitan dan perpaduan antar paragraf
  2. Adanya repetisi atau pengulangan kata kunci seperti anafora. Anafora adalah perulangan kata yang sama pada kalimat yang berurutan atau awal paragraf.
  3. Baik kata kunci maupun kata ganti untuk menghubungkan hal-hal yang sudah disebut dalam paragraf sebelumnya.
  4. Transisi (peralihan). Sebuah paragraf dapat pula bertindak sebagai transisi seperti halnya sebuah kata transisi dalam sebuah kalimat. Paragraf dengan menggunakan transisi digunakan bila akan meneruskan karangan dari satu kesatuan lain. Paragraf transisi dapat digunakan untuk tujuan:
    Meringkas dari apa yang telah diuraikan sebelum mulai dengan kesatuan berikutnya.
    Menyampaikan sebuah ilustrasi atau contoh dari inti yang telah diuraikan dalam paragraf itu atu paragraf sebelumnya.
    Menjelaskan apa yang akan diuraikan penulis dalam bagian atau kesatuan selanjutnya.
  5. Pengembangan kerangka karangan yang baik diaertai pengembangan yang utuh dan padu serta dapat menghubungkan paragraf yang satu dengan yang lainnya secara logis

Gunakan pilihan kata atau diksi dan ejaan yang tepat.

Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti:

  • Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan
  • Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya
  • Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *